Bisnis warung makan: Memanfaatkan keinginan konsumen untuk bersaing dalam kepungan jasa ojek online

Opini, Riset, Riset Bisnis Digital

Dampak jasa ojek online terhadap bisnis warung makan

Tahun 2013 saya pernah menulis kisah sukses warung delivery di sekitar kampus saya Universitas Telkom. Tulisan tersebut menghantarkan saya menjadi finalis lomba menulis XL Award 2013.

Di tulisan itu, saya membahas tentang peningkatan daya saing warung makan sekitar kampus dengan membuka layanan pesan antar (delivery) makanan baik ke kos-kosan mahasiswa maupun ke gedung laboratorium universitas.

Layanan tersebut membuat pemilik warung makan dapat berhubungan langsung dengan konsumen walaupun terpisah jarak yang jauh. Ini menimbulkan dampak positif. Omset mereka semakin bertambah dan bahkan sampai ada warung makan yang membuka cabang di lokasi yang berbeda tetapi masih dalam lingkungan kampus.

Namun beberapa tahun ini, saya melihat sebuah perkembangan baru yaitu layanan ojek online yang bisa mengantar makanan. Saya melihat perkembangan ini juga bisa memberi dampak positif yaitu semakin memperluas jangkauan pemilik warung makan dalam mengantar hasil masakan dapurnya. Peluang muncul tidak hanya untuk konsumen di lingkungan sekitar kampus saja, tapi juga untuk calon konsumen yang dalam cakupan layanan ojek online.

Dengan adanya perkembangan ini, saya kira perlu menambahkan topik baru dari tulisan saya tahun 2013 itu. Topik yang mau saya tambahkan adalah memanfaatkan keinginan konsumen supaya pemilik warung makan sekitar kampus bisa tetap memiliki daya saing.

Pertimbangan konsumen memilih pesan layan antar

Saya melakukan riset sederhana dengan mewawancarai beberapa rekan. Saya bertanya tentang apa yang menjadi alasan mereka cenderung memilih memesan makanan baik melalui pesan layan antar warung maupun melalui ojek online.

Secara garis besar jawaban mereka adalah karena faktor kebutuhan. Namun, lebih mendalam dari sana, saya melihat jawaban mereka terbagi kedalam kategori berikut:

  1. ongkos ojek online-nya terjangkau,
  2. mereka tidak punya kendaraan, dan
  3. mereka malas bergerak keluar rumah. Contoh alasannya adalah karena lokasi warung makan jauh, karena hujan, serta karena perlu bayar parkir.

Hal yang menjadi keinginan konsumen

Berangkat dari faktor kebutuhan, mereka juga mempunyai kriteria-kriteria tertentu yang mereka inginkan dari pesan layan antar. Kriteria-kriteria ini juga yang menentukan kepuasan mereka terhadap jasa pesan layan antar. Bila puas, mereka mau memesan kembali dan bahkan mau menjadi pelanggan.

Secara umum, kriteria yang menjadi sumber kepuasan mereka adalah:

  1. Kualitas makanan
    Ada 2 aspek yaitu cita rasa dan kebersihan. Mereka ingin makanan dengan cita rasa yang enak sekaligus pemilik warung yang memperhatikan kebersihan bahan baku dan kebersihan proses memasak.
  2. Waktu tiba
    Aspek yang menjadi perhatian yaitu kecepatan dan kepastian waktu tiba. Mereka ingin makanan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan hangat dan dalam jangka waktu maksimal 1 jam dari waktu pemesanan.
  3. Harga makanan terjangkau

Masukan untuk pemilik warung

Untuk memanfaatkan keinginan konsumen, berikut aspek-aspek yang saya sarankan kepada pemilik warung makan:

1. Menilai tingkat kesiapan warung

Pemilik warung makan perlu mempertimbangkan jawaban dari pertanyaan berikut:

  • Apakah membuka layanan pesan antar (delivery) makanan menambah keuntungan? atau kerugian?
  • Apakah perlu bermitra dengan ojek online? atau membuka layanan pesan antar sendiri? Mana yang lebih menguntungkan?
  • Apakah siap untuk menerima jumlah pesanan yang banyak?
  • Kapan waktu pesanan yang paling ramai? (Pada rentang waktu ini pemilik warung makan perlu menyiapkan tambahan porsi makanan)

2. Membuka beberapa saluran komunikasi

Setelah menilai kesiapan warung, saran saya selanjutnya adalah menyiapkan beberapa saluran komunikasi. Contoh saluran komunikasi untuk menampung pesanan konsumen seperti:

  • SMS;
  • Telpon;
  • Media sosial: Line, WhatsApp, Facebook;
  • Bermitra dengan ojek online;
  • dan sebagainya.

Perlu menjadi catatan bahwa tidak perlu menggunakan semua contoh diatas. Pilih saluran komunikasi yang sesuai kebutuhan.

Melihat aspek kepuasan konsumen dalam waktu pemesanan, sebaiknya pilih saluran komunikasi yang cepat dan mudah baik untuk pemilik warung maupun konsumen operasikan.

3. Berinovasi pada produk masakan (todo)

Melihat kembali 2 kriteria sumber kepuasan konsumen yaitu kualitas makanan dan harga yang terjangkau, saya menyarankan pemilik warung untuk berfokus dalam mengembangkan produk makanan.

Pertimbangkan jawaban dari pertanyaan berikut:

  • Bagaimana kualitas makanan saat ini? Apakah kebersihan menjadi prioritas utama? Sebab sungguh tidak etis bila seorang pemilik warung menggunakan bahan baku yang meracuni konsumen
  • Masakan apa yang paling laris?
  • Apakah perlu menambah variasi pilihan masakan (diversifikasi)?
  • Apakah perlu membuat jenis masakan yang baru yang tidak ada di warung makan lain (diferensiasi)?
  • Bagaimana menekan harga jual tanpa mengorbankan kualitas?

Demikian tambahan tulisan saya dari kisah sukses warung delivery di sekitar kampus saya Universitas Telkom. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan pertimbangan baik untuk pemilik warung makan maupun konsumennya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *