Cerita perjalanan ke pemandian air panas Cimanggu, Jawa barat

Jalan-jalan, Seputar Kuliah

Malam minggu kemaren bareng Sutris, Farid, Ano, dan Pocit memutuskan berangkat ke suatu tempat untuk relaksasi dan eksplorasi salah satu kekayaan alam di jawa barat, yaitu Pemandian Air Panas Cimanggu di ciwidey.

Setelah mempersiapkan barang bawaan seperti sabun, handuk, dan baju, kami pun beranjak dari kosan. Tiga kuda besi kami bawa serta dalam perjalanan kami.

Sutris membonceng ano, Farid membonceng pocit, dan aku menunggang sendiri. Saat itu posisi waktu menunjukkan 19.30 WIB, langit yang mendung, dan angin malam bertiup sepoi-sepoi.

Titik singgah #1: Pom bensin Dayeuh kolot

Titik singgah pertama kami adalah pom bensin dayeuh kolot. Sembari aku mengisi bensin dan Sutris isi angin ban motor, si Farid membeli sekantong tahu sumedang hangat untuk cemilan di perjalanan.

Lanjut dari pom bensin, Sutris memimpin perjalanan. Aku posisi di tengah dan farid dibelakang.

Di kiri dan kanan jalan yang kami tempuh, aku liat ada hamparan sawah yang luas. Tapi sayang, karena sudah malam, keindahan pemandangannya belum bisa terpancar.

Menambah kecepatan

Selain itu juga, pengendara motor di pinggiran kota itu paling anti dengan namanya kecepatan romantis. Semuanya laju-laju dan bahkan ada yang gak pake helm. Apalagi yang cewek-cewek. Itu sangking lajunya bawa motor, rambut panjangnya yang terbang-terbang udah kayak cambuk dipecut aja.

Melihat ini, jiwa kompetitif Sutris tersulut.

Dilema tugas

Seputar Kuliah

Semester ini semester yang penuh dengan tugas. Gak dosen gak asdos,,dari tiap mata kuliah kayaknya kurang senang kalo ngeliat mahasiswanya pulang kuliah tanpa diberi tugas. 😕

Dosen mata kuliah A : “ya nanti ada kuis online yah. Tolong dikumpul hari sabtu. Oiya, nanti ada kelas pengganti juga”

Asdos mata kuliah A : “kalian nanti bikin laporan benchmarking ya. Dikumpul 1 kali 24 jam”