Cerita Yunani: Proses check-in, transit, dan kedatangan untuk penerbangan internasional

Jalan-jalan

Untuk tulisan ini, saya mau membagikan proses yang saya lalui secara berurutan mulai dari keberangkatan hingga kedatangan untuk penerbangan internasional.

Contoh yang saya ambil adalah penerbangan dari Indonesia menuju ke Yunani. Akan tetapi, beberapa proses berlaku juga secara umum untuk semua penerbangan internasional dari Jakarta.

Sembari mengungkap tahap demi tahap, saya akan tambahkan juga tips-tips berdasarkan pengalaman pribadi.

Proses check-in di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta

1. Tiba di terminal keberangkatan internasional: Terminal 2 bandara Soekarno-Hatta

Saat saya berangkat di bulan Februari 2019, bandara Soekarno-Hatta masih menggunakan Terminal 2 untuk penerbangan internasional. Perlu menjadi perhatian bahwa per April 2019, beberapa maskapai internasional sudah menggunakan Terminal 3.

Tips:

  • Ambil kereta troli jika membawa lebih dari 1 tas atau koper. Kereta troli akan mempermudah kita dalam berjalan menuju meja check-in karena menggabungkan semua bawaan dalam 1 tempat;
  • Siapkan tiket atau kode booking penerbangan sebelum masuk ke gedung terminal karena petugas hanya akan mengijinkan penumpang yang bertiket;
  • Siapkan jaket hangat untuk kita bawa ke dalam kabin pesawat jika bepergian ke negara yang sedang musim dingin. Sebaiknya jaket ini tidak disimpan dalam bagasi. Selain jaket, pakaian apa saja yang sebaiknya kita bawa? Saya menulis tipsnya pada artikel menyiapkan pakaian musim dingin.

2. Melewati gerbang pertama pemeriksaan

Sebelum memasuki ke area check-in, petugas bandara memeriksa semua barang bawaan saya untuk pertama kali. Koper dan ransel saya masukkan semua ke dalam mesin pemindai sinar-X.

Tips: Pakai aksesoris seminimal mungkin. Jaket, perhiasan, jam tangan, ikat pinggang, handphone, dan dompet sebaiknya kita letakkan di dalam tas.

3. Melapor ke petugas pada loket maskapai

Setelah menyelesaikan pemeriksaan, saya berjalan menuju loket maskapai Qatar Airways untuk melakukan proses check-in. Saat itu saya mendatangi loket yang menampilkan tujuan Doha, Qatar. Sebab untuk menuju Yunani, saya harus transit di Qatar terlebih dahulu.

Saya memberi kode booking penerbangan, KTP, dan paspor kepada petugas maskapai. Informasi tersebut diperlukan petugas untuk proses verifikasi data penumpang.

Kemudian, saya memberikan koper saya untuk disimpan dalam bagasi pesawat. Saat itu, Qatar Airways memberikan saya jatah bagasi sebesar yaitu 30kg. Buat saya, jatah ini lebih dari cukup. Saya sudah membawa oleh-oleh makanan beberapa kilogram, 2 buah jaket musim dingin, dan termasuk pakaian sehari-hari. Namun, masih tersisa separuhnya sekitar 14kg.

Setelah petugas maskapai memberikan tempelan label pada koper, saya mendapatkan dua lembar boarding pass. Masing-masing untuk penerbangan: Jakarta – Doha dan Doha – Athena.

Tips:

  • Perhatikan layar monitor yang ada di atas loket setiap maskapai. Pastikan kita mendatangi loket yang sesuai dengan tujuan yang tercetak di tiket kita;
  • Saat menunggu antri, siapkan tiket atau kode booking penerbangan beserta kartu identitas seperti KTP dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas maskapai.

4. Melewati gerbang imigrasi

Tidak jauh dari loket maskapai, terdapat gerbang imigrasi yang saya harus lewati. Disini, saya mendapatkan stempel pada paspor yang menandakan sudah mendapatkan ijin untuk bepergian ke luar Indonesia.

Petugas imigrasi sempat berbicara dengan saya tentang negara tujuan dan berapa lama saya akan berada di luar negeri.

Tips: Siapkan boarding pass dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas imigrasi.

5. Berjalan menuju ruang tunggu

Setelah itu, saya berjalan menuju ruang tunggu penumpang untuk naik pesawat. Saya melalui sebuah lorong yang di bagian kiri dan kanan terdapat banyak tempat makan, toko buku, serta toko oleh-oleh asli Indonesia.

Jika masih punya banyak waktu tunggu, kita bisa bersantai sambil makan dahulu di lorong menuju ruang tunggu ini.

Saya sempat mampir ke salah satu kedai untuk makan siang dan membeli bekal untuk penerbangan. Ibu saya pernah bilang perut tidak boleh lapar kalau bepergian jauh. Nasehat ini benar-benar saya rasakan manfaatnya selama penerbangan ke Yunani.

Tips: Selama bersantai di lorong ini, habiskan segala jenis minuman baik yang kita bawa dari rumah maupun yang kita beli di tempat. Alasannya akan saya jelaskan di proses selanjutnya.

6. Melewati gerbang pemeriksaan kedua

Sebelum memasuki ruang tunggu, saya melalui gerbang pemeriksaan kedua. Semua penumpang harus memeriksakan kembali barang bawaannya dengan alat pindai sinar-X. Pada tahap ini barang bawaan saya hanya ransel sehingga tidak ribet untuk melewati pemeriksaan.

Disini peraturannya lebih ketat daripada gerbang pemeriksaan pertama. Penumpang tidak boleh membawa air minum ke dalam pesawat.

Inilah mengapa saya sarankan untuk menghabiskan segala jenis minuman yang kita bawa sebelum memasuki gerbang kedua ini.

Tips:

  • Pakai aksesoris seminimal mungkin. Jaket, perhiasan, jam tangan, ikat pinggang, handphone, dan dompet sebaiknya kita letakkan di dalam tas;
  • Siapkan boarding pass dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas gerbang.

7. Menunggu panggilan naik ke pesawat di ruang tunggu

Tiba dalam ruang tunggu, saya menyempatkan diri untuk menghubungi keluarga sambil menanti panggilan naik ke pesawat.

Ruang tunggu ini memiliki fasilitas seperti televisi yang berisi hiburan bandara, wifi untuk berinternet, dan toilet untuk penumpang.

Tips:

  • Sebaiknya buang air kecil dahulu sebelum naik pesawat. Sebab penumpang baru diperbolehkan melepas sabuk pengaman setelah pesawat terbang sekitar 30 menit;
  • Siapkan boarding pass dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas sebelum naik ke pesawat.

Proses transit di bandara Hamad, Qatar

1. Turun pesawat

Saya tiba di Qatar jam 12 malam waktu setempat. Gelapnya malam dan hamparan landasan yang luas membuat cahaya lampu bandara menjadi satu-satunya pemandangan yang bisa saya lihat dari jendela pesawat.

Setelah pesawat terparkir sempurna, awak kabin yang senior mulai dari Pilot hingga Pramugari berdiri bersama-sama di sebelah pintu keluar pesawat. Sambil tersenyum kepada semua penumpang, mereka mengucapkan selamat tinggal sekaligus terima kasih karena telah memilih Qatar Airways.

Untuk penerbangan Doha-Athena, saya perlu bertukar pesawat.

2. Berjalan menuju loket transit

Memasuki gedung terminal, saya melihat pihak bandara menyediakan tiga alternatif untuk menuju loket transit: berjalan kaki, menggunakan eskalator lantai, atau naik odong-odong (mobil listrik yang tak berpintu seperti mobil golf).

Waktu itu, saya lebih memilih menggunakan eskalator lantai sambil sesekali berjalan kaki. Sebab lokasi meja transit ternyata cukup jauh. Saya juga tidak mau terburu-buru karena ingin melihat-lihat pemandangan sekitar gedung terminal terlebih dahulu.

3. Melapor ke petugas pada loket transit

Tiba di loket transit, saya memberikan paspor dan cetakan boarding pass Doha-Athena kepada petugas loket. Disini saya mendapatkan konfirmasi lokasi terminal dan waktu keberangkatan.

Ketika saya tanya tentang bagasi, ternyata bagasi saya sudah terangkut secara otomatis ke pesawat tujuan Athena.

Kemudian petugas mengarahkan saya menuju gerbang pemeriksaan.

Tips: Siapkan boarding pass dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas maskapai.

4. Melewati gerbang pemeriksaan

Lokasinya ternyata tidak jauh. Persis di depan loket transit, sudah saya lihat ada gerbang pemeriksaan.

Sama seperti gerbang pemeriksaan kedua di bandara Soekarno-Hatta, semua penumpang harus memeriksakan kembali barang bawaannya dengan alat pindai sinar-X. Selain itu, penumpang juga tidak boleh membawa air minum ke dalam ruang tunggu.

Tips:

  • Sebelum memasuki gerbang pemeriksaan, habiskan segala jenis minuman baik yang kita bawa dari penerbangan sebelumnya maupun yang kita beli di bandara Hamad;
  • Siapkan boarding pass dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas gerbang;
  • Pakai aksesoris seminimal mungkin. Jaket, perhiasan, jam tangan, ikat pinggang, handphone, dan dompet sebaiknya kita letakkan di dalam tas;
  • Lepas dan letakkan sepatu ke dalam wadah yang petugas gerbang sediakan untuk alat pemindai sinar-X;
  • Dari dalam tas pegangan, keluarkan alat elektronik yang berukuran besar seperti laptop, kamera, dan iPad. Letakkan masing-masing alat elektronik tersebut ke dalam wadah yang petugas gerbang sediakan.

5. Berjalan menuju ruang tunggu

Selesai melewati gerbang pemeriksaan, saya bisa melihat area utama bandara dari kejauhan. Berjalan memasuki area ini, saya merasa seperti menonton pertunjukan. Semakin mendekat, seakan-akan tirai merah tersingkap pelan-pelan di hadapan saya. Terkejut sekaligus kagum melihat kemegahan interior gedung bandara.

Berbagai macam merek internasional dari restoran, toko elektronik, hingga toko perhiasan tersebar di setiap sudut gedung. Selain itu, berbagai ornamen unik yang tergantung di langit-langit berdampingan dengan patung-patung yang berdiri kokoh semakin memperkaya dekorasi gedung. Ukurannya yang raksasa menjadi sasaran orang untuk berfoto-foto.

Disini bule, disana bule. Orang-orang dari berbagai suku bangsa terlihat hilir mudik sepanjang mata memandang. Suasananya masih terasa lengang meskipun puluhan orang bergerombol sambil berlalu-lalang. Pemandangan ini, pikir saya, seperti bandara yang ada didalam mall.

Rasa kagum saya belum kunjung hilang. Gedung bandara ini juga luas sekali sampai-sampai untuk menuju terminal keberangkatan, saya perlu menaiki kereta dalam bandara. Kereta ini terdiri dari lima gerbong dan bertenaga listrik. Dan ketika melaju, bunyinya seperti robot bergerak. Sungguh futuristik, pikir saya.

6. Menunggu panggilan naik ke pesawat di ruang tunggu

Puas berkeliling di area utama, saya berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan. Tiba di ruangan ini, saya menyempatkan kembali untuk menghubungi keluarga sambil menanti panggilan naik ke pesawat.

Ada perbedaan waktu kurang lebih 4jam antara Qatar dan Indonesia. Saya menelpon sekitar pukul 1 pagi waktu setempat sedangkan keluarga saya menerimanya sekitar pukul 5 pagi waktu Indonesia barat.

Awalnya saya sempat bingung bagaimana cara mengabari keluarga selama transit di Qatar. Saya berencana untuk menelpon setelah tiba di kota Athena saja dengan membeli kartu SIM baru dan mengaktifkan paket internet.

Namun ternyata ruang tunggu ini menyediakan akses gratis internet berkecepatan tinggi. Saya sampai bisa menggunakan fitur panggilan video pada WhatsApp tanpa ada gangguan.

Tips:

  • Sebaiknya buang air kecil dahulu sebelum naik pesawat. Sebab penumpang baru diperbolehkan melepas sabuk pengaman setelah pesawat terbang sekitar 30 menit;
  • Pakai jaket hangat sebelum naik ke pesawat jika tujuan kita adalah negara bermusim dingin. Suhu ekstrim akan kita rasakan setelah turun pesawat. Inilah mengapa dari awal keberangkatan, saya menyarankan untuk tidak menyimpan jaket hangat ini dalam bagasi.
  • Siapkan boarding pass dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas sebelum naik ke pesawat.

Proses kedatangan di bandara Eleftherios Venizelos, Yunani

1. Turun pesawat

Pesawat mendarat secara mulus di bandara internasional Eleftherios Venizelos pukul 6 pagi waktu setempat. Dari jendela pesawat, matahari masih malu-malu untuk terbit dan hanya ada landasan luas sejauh mata memandang.

Setelah pesawat berhenti sempurna, lorong tangga otomatis seperti lengan robot menempel pada pintu pesawat. Ketika saya melangkah keluar kabin, bulu kuduk saya langsung berdiri karena hawa dingin menghampiri.

Hal yang baru pertama kali saya rasakan. Pengalaman sebelum ini, setiap saya keluar pintu pesawat suhu kabin selalu lebih dingin daripada suhu gedung terminal bandara.

Namun, untuk kali ini justru bertolak belakang. Ketika keluar dari pesawat, suhu lorong tangga dari gedung terminal malah lebih dingin daripada suhu dalam kabin pesawat. Seperti masuk ke dalam kulkas, pikir saya.

2. Berjalan menuju gerbang imigrasi

Sebelum mencapai area pengambilan bagasi, saya perlu melapor terlebih dahulu pada gerbang imigrasi. Saya memberikan paspor dan cetakan boarding pass Doha-Athena kepada petugas gerbang.

Seperti dalam film-film hollywood, disini saya mendapatkan pengalaman kalau ternyata raut wajah petugas imigrasi cenderung serius, datar, dan tanpa ekspresi. Saya pikir mungkin ini prosedur mereka untuk membuat gugup pengunjung yang memakai passport palsu.

Setelah membolak-balik halaman buku passport, petugas gerbang memberikan cap yang menandakan saya telah mendapat ijin untuk masuk kenegara Yunani.

Selesai proses ini, saya lanjut berjalan ke area korsel bagasi. Pagi itu terlihat sepi. Hanya penumpang dari penerbangan saya yang mengisi area ini.

Tips: Siapkan boarding pass dan Paspor untuk kita berikan kepada petugas imigrasi.

3. Keluar gerbang kedatangan

Setelah mengambil koper, saya keluar pintu gerbang kedatangan yang berada persis di depan area korsel bagasi.

Pada tahap ini, ada 2 hal yang menjadi incaran saya. Pertama yaitu nomor telepon lokal dan yang kedua yaitu transportasi menuju ke pusat kota Athena.

Untuk pencarian nomor telepon, ternyata beberapa langkah dari gerbang, saya melihat ada stan / booth dari operator telpon Vodafone. Disini saya membeli nomor telpon baru seharga €22 (22 Euro) untuk paket 1 bulan.

Kemudian untuk mencari info transportasi, saya agak bingung mencari karena bandara masih sepi dan saya lihat masih belum ada meja informasi yang buka.

Sambil menunggu, saya iseng mampir ke kantor pariwisata nasional Yunani yang ada dalam gedung kedatangan. Di kantor ini ada seorang ibu yang menyambut saya. Selain ramah dan cekatan, ibu ini juga penuh semangat dalam menjelaskan informasi seputar kota Athena.

Tujuan awal saya adalah bertanya tentang alternatif transportasi menuju pusat kota. Namun, dari penjelasan ibu ini saya mendapatkan tambahan informasi mengenai kuliner, tempat wisata, dan waktu terbaik untuk jalan-jalan. Saya juga diberi brosur dan peta dalam kota.

Sayangnya saya lupa bertanya nama Ibu ini. Lain waktu saya datang ke Athena lagi, saya mau bawain oleh-oleh dodol garut dari Indonesia.

4. Memilih transportasi dari bandara ke pusat kota Athena

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari bertanya di kantor pariwisata bandara, kita bisa memilih empat alternatif transportasi untuk menuju pusat kota Athena: Kereta, Bis, Taksi, atau sewa Mobil. Selain itu kita juga bisa baca informasi tranportasi  pada website resmi bandara internasional Eleftherios Venizelos.

Saran saya sebelum memilih moda transportasi adalah pelajari terlebih dahulu lokasi tujuan kita menggunakan Google maps. Cari tahu apakah lokasi tujuan dekat dengan halte Bis bandara atau lebih dekat dengan stasiun Kereta bawah tanah.

Tips: Untuk pilihan ekonomis, bisa pilih antara Kereta bawah tanah atau Bis bandara. Kisaran ongkos €6 (6 Euro)

Kalau memilih pakai Taksi, sebaiknya pesan melalui aplikasi Beat atau TaxiBeat supaya tidak kena tipu oleh supir.

Kisaran ongkos taksi dari bandara ke pusat kota Athena:

  • Pagi (5AM-11PM): €38 (38 Euro)
  • Siang sampai Subuh (12AM-5AM): €54 (54 Euro)

Oke, sekian dulu cerita dari saya. Kita lanjut lagi di tulisan saya selanjutnya. Tetap sehat, tetap semangat, dan selamat bepergian.

***

Ikuti topik Cerita Yunani yang lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *