Cerita Yunani: Terbang nyaman ke Athena dengan maskapai Qatar Airways

Jalan-jalan

Waktu menunjukkan pukul 6 sore. Awan hitam bergulung menutupi langit tampak dari jendela selama menunggu pesawat untuk tinggal landas.

Seluruh penumpang sudah memasang sabuk pengaman dan suara pilot terdengar mengumumkan keberangkatan. Tak lama berselang, pesawat pun terangkat. Semakin tinggi, semakin tinggi menembus awan, semakin tinggi dan menjauh dari tanah Indonesia.

Hari itu saya terbang dengan maskapai Qatar Airways dengan tujuan ke kota Doha, Qatar. Dari sana, saya akan berganti pesawat dan melanjutkan penerbangan menuju kota Athena, Yunani.

Memilih Qatar Airways

Sebulan sebelumnya saat proses pencarian tiket, saya melihat ada beberapa maskapai yang menawarkan rute penerbangan dari Jakarta ke Athena:

  • Maskapai Qatar Airways (transit di Doha, Qatar)
  • Maskapai KLM Royal Dutch (transit di Amsterdam, Belanda);
  • Maskapai Turkish (transit di Istanbul, Turki);
  • Maskapai Scoot (transit di Singapura);

Kalau hanya berfokus pada aspek harga, saat itu saya agak bingung untuk pilih yang mana. Sebab semua maskapai menawarkan harga yang mirip.

Kebutuhan saya waktu itu adalah tiba di kota Athena secepat mungkin. Saya memilih tidak berlama-lama menunggu transit penerbangan. Sebab buat saya menunggu lama di bandara menguras energi. Energi yang bisa saya pakai untuk beraktivitas di kota Athena.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, saya mempertimbangkan dua aspek yaitu total waktu penerbangan dan waktu tunggu transit. Setelah saya membandingkan dengan maskapai lain, Qatar Airways adalah juaranya. Maskapai berlogo kepala kijang ini menawarkan waktu yang paling singkat daripada pilihan yang lain.

Saat itu dari total waktu penerbangan, maskapai lain membutuhkan waktu diatas 17 jam termasuk transit. Sedangkan dari Qatar Airways menawarkan pilihan dengan waktu tempuh sekitar 16 jam 5 menit. Penerbangan pertama menempuh waktu 7 jam 45 menit dari Jakarta ke Doha. Kemudian penerbangan kedua selama 5 jam 40 menit dari Doha ke Athena.

Untuk waktu tunggu transit di bandara, Qatar Airways memiliki durasi sekitar 2 jam 40 menit sedangkan maskapai lain membutuhkan waktu lebih lama yaitu diatas 3 jam.

Gambaran pesawat dan awak kabin

Pada penerbangan dari Jakarta ke Doha, saya menumpangi pesawat Boeing 787-8 Dreamliner. Ukuran pesawat ini pun menarik perhatian saya. Rentang sayapnya lebar. Kalau melihat dari ujung sayap kiri sampai ke ujung sayap kanan, ukurannya bisa kurang lebih selebar lapangan bola.

Badan pesawat ini juga terlihat besar dan gemuk. Untuk daya tampung, saya kira bisa mengangkut warga satu RT (Rukun Tetangga). Sekitar 200-300an penumpang. Pesawat ini seperti ikan paus bersayap, pikir saya.

Beralih ke dalam pesawat, isi kabinnya terbagi menjadi kelas bisnis dan kelas ekonomi. Kelas bisnis yang berada pada area depan kabin. Serta kelas ekonomi yang berada pada area tengah hingga belakang kabin.

Yang saya amati, perbedaan yang mencolok antara keduanya adalah bentuk kursinya. Kelas bisnis memiliki kursi yang lebih besar dan berbentuk seperti tempat tidur. Sedangkan kelas ekonomi memiliki kursi berbentuk tegak yang tersusun dalam formasi 3-3-3.

Saat itu, saya mendapatkan lokasi kursi di area depan kelas ekonomi. Ketika berjalan masuk ke kabin, saya disambut ramah oleh mbak-mbak berwajah timur tengah. Para pramugari ini terlihat elegan dengan berseragam baju putih dan tutup kepala merah. Mereka menyapa berbahasa inggris dan menuntun saya hingga menuju kursi penumpang.

Kursi penumpang memiliki sandaran yang nyaman dan ruang kaki yang lebar. Saya tetap bisa leluasa meluruskan kaki bahkan saat penumpang di depan saya merebahkan kursinya untuk tidur.

Di atas masing-masing kursi penumpang juga sudah tersedia:

  • Bantal tidur;
  • Selimut hangat (selimut ini berbahan poliester yang mampu menahan panas tubuh);
  • Serta tersedia juga perlengkapan penerbangan jarak jauh seperti: penutup telinga, penutup mata, kaos kaki, balsem bibir (lipbalm), dan sikat gigi.

Penerbangan malam yang nyaman

Perut saya tidak pernah sampai kelaparan selama penerbangan. Secara keseluruhan, saya mendapatkan tiga kali jatah makanan. Dua kali yaitu makan malam dan makan subuh selama penerbangan dari Jakarta ke Doha. Kemudian yang ketiga kalinya yaitu sarapan saat penerbangan dari Doha ke Athena.

Sebelum pesawat lepas landas, awak kabin akan menghampiri dan memberikan daftar makanan kepada penumpang. Dalam daftar ini tersedia pilihan untuk hidangan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course), dan hidangan penutup (dessert). Khusus untuk hidangan utama akan tersedia dalam keadaan hangat.

Untuk cita rasanya? Wow. Enak luar biasa. Nuansa masakan hotel bintang lima.

Saya juga memperhatikan bahwa awak kabin rutin menawarkan minuman kepada penumpang setiap satu jam sekali. Pilihan minumannya mulai dari air mineral, teh, kopi, dan jus buah. Saya pikir ini untuk mencegah dehidrasi dan “memaksa” penumpang bergerak selama perjalanan. Saya sendiri sampai mondar-mandir ke toilet beberapa kali karena banyak minum.

Selain sebagai meja makan, kursi penumpang di depan saya bisa berfungsi sebagai sumber pengisian batere telepon. Tersedia sebuah colokan USB di sebelah layar utama untuk keperluan ini.

Adapun fungsi lainnya adalah sebagai sarana hiburan dalam penerbangan. Saya bisa mengakses beragam hiburan baik memakai layar sentuh maupun memakai remote kecil yang bisa saya lepas dan tarik di bawah layar utama. Untuk menikmati fasilitas ini, awak kabin juga memberikan seperangkat headset baru kepada setiap penumpang. Lokasi colokan headset ini berada di sandaran tangan sebelah kiri.

Pilihan hiburan yang tersedia mulai dari film box office, film Asia (India dan Korea), serial televisi, games, hingga musik. Koleksinya pun tersedia dari yang baru hingga lawas. Bahkan, saya menemukan kembali lagu masa kecil saya. Lagu lawas ABBA – The Winner Takes it All.

Mendengar musik nostalgia sambil melihat pemandangan cahaya lampu kota dari jendela pesawat. Buat saya, kombinasi ini membawa suasana seperti terbang ke masa lalu. Terbang ke ingatan orang tua saya yang sering memutar lagu ini untuk menina-bobokan saya sewaktu kecil. Terbang ke kenangan-kenangan bahagia. Saya pun mendengar lagu ini sampai lelap tertidur.

Mulai dari perut yang kenyang, hiburan yang bervariasi, ruang kaki yang lebar, hingga kursi yang nyaman membuat saya merasa dimanjakan selama penerbangan. Qatar Airways betul-betul memperhatikan keinginan dan kebutuhan penumpang secara bersamaan. Saya merasa puas memilih Qatar Airways untuk penerbangan jarak jauh.

Pengalaman pertama terbang antar benua

Penerbangan ini adalah pengalaman pertama saya bepergian melintasi negara, melintasi benua, dan melintasi musim.

Setiap menit menengok ke luar jendela adalah pemandangan yang benar-benar baru buat saya. Saat melintasi teluk Bengal, cahaya bulan menerangi awan tipis seperti kapas yang menyelimuti lautan. Dari atas langit India, terang lampu kota bertebaran di bawah sana. Hingga saat melintasi laut Arab, pemandangan berubah gelap gulita. Cahaya bulan dan bintang tidak terlihat. Hanya kedipan lampu sayap pesawat yang menerangi pemandangan luar jendela.

Bahkan setelah saya berlanjut ke penerbangan kedua dari Doha ke Athena, saya sempat berpikir malam terasa lebih panjang dari biasanya. Tertidur dan terbangun beberapa kali. Namun, setiap saya membuka mata, langit di luar jendela masih gelap. Gelap malam seperti tidak berkesudahan. Sepertinya perjalanan belum kunjung mendekat ke kota Athena.

Beberapa jam pun berlalu hingga pesawat melintasi Turki. Saya melihat langit berubah warna perlahan-lahan dan sinar matahari muncul malu-malu melalui jendela pesawat. Suara pilot pun terdengar mengumumkan waktu pendaratan segera tiba.

Hampir satu jam kemudian, pesawat mendarat dengan mulus di bandara Eleftherios Venizelos, kota Athena. Waktu menunjukkan pukul enam pagi dan saya sudah tidur lebih lama biasanya, lebih dari delapan jam. Akan tetapi, tubuh ini terasa seperti masih kurang tidur. Ternyata begini rasanya jet lag, pikir saya.

***

Ikuti topik Cerita Yunani yang lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *