Database: Normalisasi tabel

Basis Data, Informatika, Teknologi

Normalisasi merupakan proses dekomposisi dari suatu tabel yang “buruk” dengan melakukan pemisahan pada atribut-atributnya sehingga menjadi tabel-tabel yang lebih kecil.

Secara umum, tujuan normalisasi adalah memperoleh sebuah basis data dengan ruang penyimpanan yang efisien.

Hasil akhir yang ingin kita capai dari normalisasi adalah:

  • menjamin hubungan antar atribut yang ada,
  • mencegah kerusakan/ kesalahan basis data dengan menjamin proses perubahan pada basis data tidak menyebabkan kehilangan seluruh data.

Proses normalisasi tabel secara umum


1. First Normal Form (1NF)

Dalam 1NF, sebuah tabel harus memenuhi kriteria:

  • Data dalam bentuk atomik. Tidak ada multi-nilai (multivalues) dalam atributnya.
  • Data boleh berulang (redundant).

Contoh tabel yang melanggar bentuk normal pertama (1NF):

Perhatikan kolom TELP. Dari data pada baris pertama, kita bisa melihat bahwa ada mahasiswa yang memiliki 3 nomor telepon yang terpisah dengan tanda koma (,). Akan tetapi ada juga mahasiswa yang tidak memiliki nomor telpon.

Untuk memperbaiki tabel diatas kedalam bentuk 1NF, kita ubah seperti berikut:

2. Second Normal Form (2NF)

Dalam 2NF, sebuah tabel harus memenuhi kriteria:

  • Berada dalam kondisi 1NF.
  • Menghilangkan ketergantungan parsial (partial depedency).

Ketergantungan parsial (partial depedency) adalah kondisi tabel yang memiliki atribut non-key bergantung pada sebagian atribut key. Idealnya semua atribut non-key harus bergantung pada keseluruhan atribut key.

Contoh tabel yang melanggar bentuk normal kedua (2NF):

Tabel diatas memiliki 2 atribut yang menjadi 1 kesatuan atribut key yaitu KODE_MATKUL dan KODE_DOSEN.

Akan tetapi atribut NAMA_DOSEN tidak bergantung pada KODE_MATKUL. Atribut NAMA_DOSEN hanya bergantung pada sebagian atribut key yaitu KODE_DOSEN.

Untuk memperbaiki tabel diatas kedalam bentuk 2NF, kita ubah seperti berikut:

Supaya informasi antara NAMA_DOSEN dengan KODE_MATKUL tidak terputus, kita menambahkan atribut KODE_DOSEN pada tabel Dosen.

3. Third Normal Form (3NF)

Dalam 3NF, sebuah tabel harus memenuhi kriteria:

  • Berada dalam kondisi 2NF
  • Menghilangkan ketergantungan transitif (transitive depedency)

Ketergantungan transitif (transitive depedency) adalah kondisi tabel yang memiliki atribut non-key bergantung pada atribut non-key lainnya.

Contoh tabel yang melanggar bentuk normal ketiga (3NF):

Tabel diatas memiliki atribut key KODE_DOSEN. Sementara atribut non-key lain seperti KODE_POS memiliki ketergantungan terhadap atribut KOTA dan JALAN, yang keduanya merupakan atribut non-key juga.

Untuk memperbaiki tabel diatas kedalam bentuk 3NF, kita ubah seperti berikut:

Referensi:

  • Database System Concepts – Silberschatz, Korth, and Sudarshan
  • Modul praktikum Basis Data – IT Telkom 2011
  • Catatan Kuliah

Bacaan Tambahan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *