Information Literacy and Plagiarism

Informatika, Riset, Riset Informatika, Seputar Kuliah, Teknologi

Ringkasan kuliah Kapita Selekta oleh: Dr. Maman Abdurohman, MT.

Materi yang disampaikan dalam kuliah kapita selekta keempat adalah mengenai apa itu Information Literacy, tujuannya, serta mengapa Information Literacy itu penting.

Selain Information Literacy, dibahas pula tentang apa itu Plagiarism, mengapa suatu tulisan itu dianggap plagiat atau tidak, dan bagaimana kiat-kiat untuk menghindari plagiarism. Tulisan kali ini adalah opini saya tentang materi perkuliahan kemarin.

Terdapat perbedaan antara pengelolaan informasi pada zaman dahulu dan sekarang ini. Kalau zaman dahulu, kita cenderung untuk mencari informasi. Hal itu dikarenakan terbatasnya jumlah informasi yang ada.

Berbeda dengan zaman sekarang, kita justru malah kebanjiran dengan informasi. Hal itu membuat kita sekarang ini cenderung untuk mengelola informasi dengan cara menyaring (filter) informasi yang ada. Oleh karena itu, muncul ilmu yang membahas tentang penyaringan informasi ini. Ilmu itu adalah Information Literacy.

Definisi dari Information Literacy itu sendiri adalah suatu kemampuan, skill untuk mencari, menemukan, menganalisis dan menggunakan informasi-informasi yang ada.

Mengapa Information Literacy itu penting? Dari lautan informasi yang ada sekarang ini, tidak semuanya merupakan informasi penting. Ada informasi yang dapat diandalkan, ada juga informasi yang palsu dan menyesatkan.

Selain itu, alasan lainnya adalah jumlah informasi yang tersedia semakin hari semakin bertambah banyak. Dari jumlahnya yang terus bertambah, Information Literacy membantu kita dengan memberikan kita kemampuan untuk menentukan kapan kita memerlukan dan dimana dapat menemukan informasi secara efektif dan efisien.

Tujuan dari Information Literacy di bidang akademik dibagi menjadi 2 bagian yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

Tujuan umumnya sendiri terbagi menjadi 3 tujuan:

  • Pertama adalah membantu kita untuk berpikir secara kritis terhadap suatu informasi yang diperoleh.
  • Kedua adalah mengevaluasi informasi di tengah ledakan informasi.
  • Ketiga adalah penggunaan informasi secara efektif dan efisien yang relevan secara etis dan legal untuk menghindari plagiarism.

Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk menghasilkan SDM yang professional dan meningkatkan peringkat Webometric institusi akademik.

Beralih ke topik Plagiarism. Definisi Plagiarism itu sendiri adalah kegiatan menyalin atau memodifikasi karya orang lain tanpa menyantumkan sumbernya.

Cara terbaik untuk menghindari Plagiat adalah menulis dengan menggunakan kata-kata sendiri, memastikan untuk mencantumkan segala sumber informasi berasal, dan menggunakan tanda kutip pada bagian penulisan yang bersumber dari tulisan orang lain.

Kesimpulan dari opini saya adalah Information Literacy sangat di perlukan di era kebanjiran informasi sekarang ini, khususnya untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan Tugas Akhir. Information Literacy mamberikan kita kemampuan untuk menyaring informasi yang penting dengan cara menentukan kapan kita memerlukan dan dimana dapat menemukan informasi secara efektif dan efisien.

Bila informasi sudah kita saring, kita sebagai akademisi harus menggunakan informasi itu secara etis dan legal. Etis dan legal itu maksudnya adalah kita tidak boleh lupa untuk mencantumkan darimana suatu sumber informasi itu berasal untuk menghindari adanya tindakan plagiat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *