Lima faktor pendorong kompetisi dari Michael Porter (Porter five forces analysis)

Riset, Riset Bisnis Digital, Seputar Kuliah

Porter 5 forces analysis adalah suatu kerangka untuk analisis industri dan strategi bisnis.

Model porter ini memberikan perspektif sederhana untuk menilai dan menganalisa kekuatan kompetitif dan posisi dari sebuah perusahaan atau organisasi bisnis. Model ini juga memiliki fungsi untuk memberikan masukan yang berguna untuk melakukan Analisis SWOT. 

Berikut gambar dari Porter 5 forces analysis:

Gambar bersumber dari: Wikimedia

Gambar bersumber dari:

Keterangan dari Porter 5 forces analysis diatas :

a. Ancaman dari pendatang baru (Threat of new entrants)

Pendatang baru dapat membahayakan perusahaan-perusahaan yang telah ada, karena menghasilkan kapasitas produksi tambahan, dimana kapasitas tambahan ini akan menekan agar biaya bagi pembeli rendah, yang mengakibatkan turunnya penjualan dan laba bagi perusahaan yang ada dalam industri tersebut.

Seringkali pendatang baru memiliki sumber daya dalam jumlah besar dan memiliki kemauan yang kuat untuk memperoleh pangsa pasar.

Ancaman dari pendatang baru bergantung pada:

  • Skala ekonomis,
  • Modal utk investasi,
  • Akses utk distribusi,
  • Akses ke teknologi,
  • Brand loyalty: apakah pelanggan setia dengan brand tertentu,
  • Peraturan Pemerintah.

b. Kekuatan tawar-menawar dari pembeli (Bargaining power of customers)

Setiap pembeli lebih suka untuk membeli produk dengan harga serendah mungkin. Hal ini mengakibatkan industri dapat memperoleh pengembalian (laba) serendah mungkin.

Pembeli akan menuntut kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik serta harga yang murah, dimana hal ini mendorong persaingan antar perusahaan dalam suatu industri.

Kekuatan tawar-menawar dari pembeli tergantung pada:

  • Konsentrasi dari pembeli, apakah ada pembeli yang dominan atau banyaknya penjual;
  • Diferensiasi dari produk, apakah produk tersebut standar atau tidak;
  • Profitabilitas pembeli;
  • Kualitas dari produk dan service;
  • Perpindahan biaya, seberapa mudah pembeli untuk beralih ke pemasok lain.

c. Ancaman dari produk pengganti (Threat of substitutes)

Apabila harga yang ditawarkan produk pengganti tersebut akan lebih murah/rendah dan mutu serta kemampuan kinerja produk pengganti tersebut sama atau melebihi dari produk sebelumnya.

Ancaman dari produk pengganti tergantung pada:

  • Kualitas, Apakah kualitas pengganti tersebut lebih baik atau tidak;
  • Keinginan pembeli utk beralih ke produk jasa pengganti;
  • Harga dan performa dari produk jasa pengganti;
  • Biaya utk beralih ke produk jasa pengganti. Apakah mudah utk mengubah ke produk lain.

d. Kekuatan tawar-menawar dari pemasok (Bargaining power of suppliers)

Pemasok merupakan ancaman serius bagi perusahaan-perusahaan, jika berintegrasi ke depan ke arah industri pembeli. Misalnya, produsen pakaian yang memilih untuk membuka toko pakaian sendiri, sehingga menjadi ancaman bagi toko pakaian yang lain terutama bagi toko yang dulu membeli pakaian dari produsen tersebut.

Kekuatan tawar-menawar dari pemasok tergantung pada :

  • Konsentrasi dari supplier, Apakah banyak pembeli dan sedikit supplier;
  • Brand, apakah brand supplier tersebut sudah kuat;
  • Profitabilitas Supplier;
  • Pemasok masuk ke dalam industri cth produsen mengatur sendiri gerai ritelnya;
  • Pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain;
  • Kualitas dari Produk dan service;
  • Perpindahan biaya, seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru.

e. Persaingan kompetitif di antara anggota industri (Competitive rivalry within the industry)

Setiap perusahaan bersaing secara aktif satu dengan lainnya untuk mencapai daya saing strategis dan laba yang tinggi.

Pencapaian hal-hal tersebut, menuntut keberhasilan yang relatif terhadap para pesaing. Dengan demikian persaingan yang terjadi antara perusahaan-perusahaan tersebut distimulasi pada saat satu atau lebih perusahaan merasakan tekanan persaingan. Juga apabila mereka mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan posisi pasar mereka.

Karena perusahaan-perusahaan dalam industri bergantung satu sama lain, tindakan satu perusahaan seringkali mengundang reaksi dari pesaingnya.

Persaingan kompetitif di antara anggota industri tergantung pada:

  • Struktur dari kompetisi. Persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak industri kecil atau memiliki ukuran yang sama antar kompetitor. Sebaliknya apabila industri telah memiliki pemimpin pasar maka persaingan akan sedikit.
  • Struktur dari biaya di industri. Industri yang memiliki biaya yang tinggi akan mendorong kompetitor utk menghasilkan produk dan jasa yang lebih murah.
  • Tingkat diferensiasi produk. Industri yang produknya adalah komoditas biasanya akan memiliki persaingan yang besar.
  • Perpindahan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi.
  • Tujuan strategis. Jika kompetitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar
  • Ketika hambatan utk meninggalkan industri semakin tinggi maka persaingan akan semakin besar.

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *