(Part 3/Final part) Merancang dashboard bisnis: Praktik membuat dashboard

Desain Antarmuka, Desain Produk

You can read Creating business dashboard: Implementation if you prefer this article in english translation.

Sekarang kita akan praktik membuat dashboard sebagai lanjutan dari elemen dan proses mendesain dashboard.

Contoh yang kita ambil kali ini adalah merancang dashboard bisnis menggunakan indikator-indikator utama dalam manufaktur.

Kasus:

pengusaha_kain

Suatu misal ada seorang manajer produksi sebuah perusahaan kain ingin mengawasi kinerja sebuah pabrik. Namun ia merasa kesulitan karena tidak bisa melihat perkembangan data pabrik terkini. Sumber data sudah tersedia, tetapi pengolahan datanya masih manual sehingga ia baru bisa melihat data untuk hari ini keesokan harinya.


1. Mengidentifikasi kebutuhan pembaca dashboard

Pada tahap ini, kita berdiskusi dengan manajer tersebut untuk mengumpulkan informasi kebutuhannya.

Setelah berdiskusi dengan beliau, kira-kira hasilnya sebagai berikut:

(Part 2) Merancang dashboard bisnis: Elemen dan Proses mendesain

Desain Produk

You can read Creating business dashboard: Elements and Design process if you prefer this article in english translation.

Artikel ini merupakan lanjutan dari Konsep dasar dashboard. Sekarang kita akan berfokus pada:

  • Elemen dalam dashboard dan
  • Proses mendesain dashboard

Elemen dalam dashboard

Untuk menyampaikan makna dari data, setiap papan/panel dalam dashboard dapat memiliki kombinasi elemen yang bermacam-macam seperti:

  • Indikator pengukuran / KPI,
  • Tabel,
  • Grafik,
  • Diagram, dan
  • Peta / Region.

Petunjuk dalam memilih grafik dan diagram yang tepat, bisa merujuk pada 2 artikel berikut:


Proses mendesain dashboard

Setelah mengetahui elemen dalam dashboard, berikut adalah langkah-langkah yang bisa membantu kita dalam merancang dashboard bisnis :